Kopi Pahit

“Bu, kok pahit kopine”, sebuah kalimat dari pelanggan warung nenekku

Ya, nenekku adalah seorang penjaja minuman disebuah warung bakmi yang dimiliki oleh almarhum pakde Sawal namun sekarang dikelola mas Agus anaknya, terletak di dekat jembatan kali Opak Piyungan. Sebuah warung bakmi yang cukup terkenal pada zamannya, entah kenapa akhir-akhir ini mulai sepi.

Puluhan tahun nenekku telah menjajakan minumannya di samping warung bakmi tersebut, jauh sebelum aku lahir beliau sudah memulai usahanya. Dengan pendapatan yang mungkin tak seberapa, namun kadang beliau memberikan uangnya atau istilahnya nyangoni ketika aku berkunjung ke sana dari aku kecil bahkan hingga saat ini. Mengharukan. Baca lebih lanjut