Tanggal 22 November Lalu…

Saat itu kantuk masih belum hilang badan pun berbau kereta, turun di stasiun Senen dinihari dijemput sesorang yang telah kukenal baik orang ataupun hatinya. Setelah beristirahat sebentar dan bersih badan ini, maka berangkat ke gedung BPPT dengan burung biru.

Hati ini sudah ingin datang ke sebuah acara. I Went to Pesta Blogger, ya Pesta Blogger tempat dimana orang-orang yang ngeBlog bertemu dalam semangat yang sama menjalin silaturahmi antar blogger se-indonesia.

Walaupun acara ini didatangi oleh orang dari berbagai pulau namun banyak dari mereka yang sudah mengenal dari dunia blogsphere. Namun, saya tak mengenal banyak orang disana kecuali mereka yang naik ANDONG.
Baca lebih lanjut

Ameng Ka curug Cinulang

curug cinulang

curug cinulang

Sekitar semingu yang lalu saya diajak oleh bapak untuk nemenin mudik ke bandung (yang mudik bapak saya, saya gak mudik coz asli jogja 😀 ). Sebenarnya hati gojag gajeg ingin ikut apa tidak, namun ya untuk memperkuat silaturahmi ke keluarga yang di bandung maka saya memutuskan untuk ikut bapak ke bandung.

Kami menginap di keluarga bapak saya yang ada di daerah cicalengka di rumah uwak (paman/bude). Tempatnya lumayan rame lah, dan letaknya di daerah pegunungan gitu, dekat dengan nagreg yang wilayahnya macet ketika mudik/arus balik kemarin.
Baca lebih lanjut

Jagongan Wagen Edisi Khusus Tahun 2008

Jagongan wagen merupakan pogram pagelaran seni dan apresiasi karya seni pertunjukan yang diselenggarakan di Padepokan Seni (rumah budaya Yayasan Bagong Kussudiarja) secara rutin sekali dalam sebulan dan terbuka untuk umum di tempat yang beralamat Kembaran Rt 04/RW 20, Tamantirto, Kec.Kasihan, Kab.Bantul,Yogyakarta.

Pada setiap tahunnya terdapat 1 kali Jagongan Wagen edisi khusus yang menampilkan leih dari 1 karya pertunjukan. Pada edisi khusus tahun 2008 ini tanggal 18 Agustus 2008 mempunyai tema ” Merayakan Kebersamaan Dengan Seni”, dimana pada edisi ini menghadirkan beberapa bentuk seni pertunjukan lintas generasi dan lintas media seni. Baca lebih lanjut

FKY/XX 2008 Seni Adalah Investasi

Kawasan di Gedung Agung dan Benteng Vredeburg siang itu (07/06/08 ) telah dipadati sebagian warga Jogjakarta yang ingin menyaksikan prosesi pembukaan FKY/XX 2008. Dengan dipimpin seorang legenda pantomime Jogjakarta sebagai panglima Seni bernama Jemek Supardi, pawai pembukaan FKY/XX 2008 yang dimulai dari lapangab parkir Abu Bakar Ali memasuki kawasan depan Gedung Agung.

fky 2008

Kemudian diikuti oleh peserta pawai dibelakangnya yaitu 9 kampung terpilih di Jogjakarta yang telah menyiapkan atraksinya untuk ditampilkan di area pertunjukan , adapun peserta pawai yang lain seperti marching band dari UPN dan UII , Gugus Pramuka , Polisi, bahkan KEBAYA( komunitas waria Jogjakarta). Masing-masing telah menyiapkan kemampuan mereka dan menampilkannya dengan sangat apik.

Berbagai kesenian tradisional ditampilkan dihadapan Sri Sultan Hamengkubuwono X , kesenian jaranan merupakan kesenian yang banyak dibawa oleh peserta, disamping itu ada aneka permainan/mainan tempo dulu yang turut di tampilkan. Angkrek, othok-othok, kitiran merupakan contohnya. Tampak dari peserta juga memberikan mainan-mainan tradisional/bingkisan yang mereka bawa kepada sang Raja Jogja maupun kepada tamu kehormatan. Sebagai warga Jogja saya bangga karena disana terasa begitu dekatnya antara hubungan Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai raja Jogjakarta dengan rakyatnya.

FKY/XX 2008 yang juga dibuka oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X ini mengambil tema The Past is New, acara pembukaan ini ditandai dengan memasukan uang koin kedalam celengan berbentuk Ontoseno (maskot FKY/XX 2008 ) sebagai symbol bahwa festival/seni juga merupakan sebuah investasi.

Pembukaan FKY/XX 2008 ini sekaligus membuka Pasar Raya FKY yang akan dilaksanakan dalam sebulan, dari tanggal 7 Juni – 7 Juli 2008 di benteng Vrederburg Jogjakarta. Dalam pasar raya FKY tersebut terdapat stand-stand kerajinan dan stand yang lain. Menurut informasi disana juga dibuka area hotspot di kawasan pasar raya.

Dengan adanya festival yang menginjak tahun ke 20 ini diharapkan akan melestarikan kebudayaan/kesenian Jogjakarta (khususnya) maupun Indonesia (umumnya). Dan semoga akan ada event-event seperti ini yang lain sehingga warisan budaya akan turun temurun hingga anak cucu kita. Acara pembukaan FKY/XX 2008 selesai pada sekitar pukul 16.00 wib.