SWADESI 107.9 FM Radio nDeso

Berawal dari iseng-iseng lihat list user teman YM! saya yang masih aktif di kala dinihari ini maka saya tak sengaja menemukan sebuah link dari radio nDeso. Ketika melihat status YM! mas Yan Arif , beliau menuliskan streaminng lagu nDeso dan menyambung ke link streaming lagu swadesi. Karena penasaran maka saya mengklik link tersebut dan menyambung halaman indexnya. Disana terpampang siaran apa yang sedang diputar, dengan menggunakan media aplikasi winamp , windows media player, quicktime, dan realone maka kita dapat mendengarkan siaran radio streaming tersebut.

radio SWADESI

radio SWADESI

Radio yang mempunyai arti Swara Desa Indonesia (SWADESI) ini dipancarkan dari Dusun Demangan, Jambidan, Banguntapan, Bantul, Ngayogjakarta Hadiningrat. Disiarkan oleh sang Pengobral Oral dan rekan-rekannya.

Baca lebih lanjut

Jagongan Wagen Edisi Khusus Tahun 2008

Jagongan wagen merupakan pogram pagelaran seni dan apresiasi karya seni pertunjukan yang diselenggarakan di Padepokan Seni (rumah budaya Yayasan Bagong Kussudiarja) secara rutin sekali dalam sebulan dan terbuka untuk umum di tempat yang beralamat Kembaran Rt 04/RW 20, Tamantirto, Kec.Kasihan, Kab.Bantul,Yogyakarta.

Pada setiap tahunnya terdapat 1 kali Jagongan Wagen edisi khusus yang menampilkan leih dari 1 karya pertunjukan. Pada edisi khusus tahun 2008 ini tanggal 18 Agustus 2008 mempunyai tema ” Merayakan Kebersamaan Dengan Seni”, dimana pada edisi ini menghadirkan beberapa bentuk seni pertunjukan lintas generasi dan lintas media seni. Baca lebih lanjut

Ruang Rindu di SMA 7

Pada tanggal 06 Juli kemarin kawasan sma 7 Jogjakarta ramai dipadati oleh orang-orang dari berbagai daerah dan dari semua kalangan baik tua maupun masih muda. Mereka berkumpul ditempat yang dahulu pernah sangat akrab sekali dengan mereka karena di masalalu mereka menimba ilmu di tempat itu, dan kini mereka datang untuk 1 tujuan yang sama yaitu melepas rindu. Mereka bertemu dalam acara “TEMU ALUMNI AKBAR dan FAMILY GATHERING” LUSTRUM v (1983-2008 ) SMAN 7 YOGYAKARTA.

Semua berkumpul jadi satu dalam perasaan suka cita dan haru, acara lustrum sma 7 jogjakarta yang ke 5 tersebut mampu menghadirkan nuansa yang hangat dalam satu keluarga besar sma 7 jogjakarta. Masing-masing peserta temu alumni mempunyai kesan yang mendalam tentang almamater sma 7 jogjakarta , tak dapat terbendungnya cerita yang terus mengalir di sma 7 tentang memori masa lalu merupakan salah satu bukti dari lekatnya hati pada tempat itu.

suasana lustrum sma 7

Di acara ini tak pula menghadirkan para alumni melainkan orang-orang yang pernah menjabat di SMA 7 , Bapak Timbul Mulyono adalah salah satunya. Beliau bercerita saat menjabat di sma 7 pernah diminta ijin penggunaan lokasi untuk syuting acara televisi “percaya gak percaya”. Pada saat itu banyak guru yang tak setuju diadakan acara tersebut karena akan merubah pandangan masyarakat tentang sma 7. Lantas sang punya acara Leo Lumanto berkata kepada beliau bahwa kita sebagai manusia hendaknya tidak boleh kalah dengan makhluk yang tak terlihat, dari itulah sma 7 mulai termotivasi berani mengalami perubahan-perubahan di gedung sekolahnya. Acara “percaya gak percaya” pun jadi mengambil lokasi di tempat itu dengan judul “Sekolah Bekas Rumah Sakit”.

Acara lustrum sma 7 tersebut mempunyai tata konsep yang bagus sehingga semua dapat berbaur jadi satu, beraneka jajanan pasar disediakan di tempat itu seperti Klepon, lopis, timus,bakwan ,dll. Dan berbagai penjual makanan pun telah dipesan di tempat itu untuk memanjakan kuliner para peserta lustrum antara lain adalah Soto djancok, empek-empek, sate, gado-gado, dawet, rujak eskrim, eskrim, serta masih banyak lagi dan semua disediakan secara cuma-cuma.

soto djancok
soto djancok

Sebagai hiburan telah didatangkan band sukastik untuk menambah keceriaan para peserta. Acara yang selesai pada sekitar jam 15.00 tersebut terbilang sukses, meskipun sehari itu tentu saja tak akan pernah mampu benar-benar mengobati rindu kami.HHmm….sma 7 memang pantas untuk dirindukan 🙂

untuk foto yang lebih banyak lagi dapat dilihat disini

FKY/XX 2008 Seni Adalah Investasi

Kawasan di Gedung Agung dan Benteng Vredeburg siang itu (07/06/08 ) telah dipadati sebagian warga Jogjakarta yang ingin menyaksikan prosesi pembukaan FKY/XX 2008. Dengan dipimpin seorang legenda pantomime Jogjakarta sebagai panglima Seni bernama Jemek Supardi, pawai pembukaan FKY/XX 2008 yang dimulai dari lapangab parkir Abu Bakar Ali memasuki kawasan depan Gedung Agung.

fky 2008

Kemudian diikuti oleh peserta pawai dibelakangnya yaitu 9 kampung terpilih di Jogjakarta yang telah menyiapkan atraksinya untuk ditampilkan di area pertunjukan , adapun peserta pawai yang lain seperti marching band dari UPN dan UII , Gugus Pramuka , Polisi, bahkan KEBAYA( komunitas waria Jogjakarta). Masing-masing telah menyiapkan kemampuan mereka dan menampilkannya dengan sangat apik.

Berbagai kesenian tradisional ditampilkan dihadapan Sri Sultan Hamengkubuwono X , kesenian jaranan merupakan kesenian yang banyak dibawa oleh peserta, disamping itu ada aneka permainan/mainan tempo dulu yang turut di tampilkan. Angkrek, othok-othok, kitiran merupakan contohnya. Tampak dari peserta juga memberikan mainan-mainan tradisional/bingkisan yang mereka bawa kepada sang Raja Jogja maupun kepada tamu kehormatan. Sebagai warga Jogja saya bangga karena disana terasa begitu dekatnya antara hubungan Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai raja Jogjakarta dengan rakyatnya.

FKY/XX 2008 yang juga dibuka oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X ini mengambil tema The Past is New, acara pembukaan ini ditandai dengan memasukan uang koin kedalam celengan berbentuk Ontoseno (maskot FKY/XX 2008 ) sebagai symbol bahwa festival/seni juga merupakan sebuah investasi.

Pembukaan FKY/XX 2008 ini sekaligus membuka Pasar Raya FKY yang akan dilaksanakan dalam sebulan, dari tanggal 7 Juni – 7 Juli 2008 di benteng Vrederburg Jogjakarta. Dalam pasar raya FKY tersebut terdapat stand-stand kerajinan dan stand yang lain. Menurut informasi disana juga dibuka area hotspot di kawasan pasar raya.

Dengan adanya festival yang menginjak tahun ke 20 ini diharapkan akan melestarikan kebudayaan/kesenian Jogjakarta (khususnya) maupun Indonesia (umumnya). Dan semoga akan ada event-event seperti ini yang lain sehingga warisan budaya akan turun temurun hingga anak cucu kita. Acara pembukaan FKY/XX 2008 selesai pada sekitar pukul 16.00 wib.