Ameng Ka curug Cinulang

curug cinulang

curug cinulang

Sekitar semingu yang lalu saya diajak oleh bapak untuk nemenin mudik ke bandung (yang mudik bapak saya, saya gak mudik coz asli jogja 😀 ). Sebenarnya hati gojag gajeg ingin ikut apa tidak, namun ya untuk memperkuat silaturahmi ke keluarga yang di bandung maka saya memutuskan untuk ikut bapak ke bandung.

Kami menginap di keluarga bapak saya yang ada di daerah cicalengka di rumah uwak (paman/bude). Tempatnya lumayan rame lah, dan letaknya di daerah pegunungan gitu, dekat dengan nagreg yang wilayahnya macet ketika mudik/arus balik kemarin.

Punya perasaan bosen juga sih, karena selama saya disana kerjaan saya cuma menjadi semangka ya cuma ngglundang-ngglundung saja diatas tempat tidur, namun suatu hari saya ngobrol dengan saudara saya yang ada disana tentang tempat-tempat yang asyik di daerah cicalengka. Dan disana ada tempat yang bisa dibilang objek untuk wisata.Akhirnya saya memutuskan kesana. Pada saat itu waktu sudah sore namun saya dan sodara saya tetap nekat saja pergi ke daerah sana.

Selama perjalanan kami berdua menggunakan sepeda motor dengan berboncengan dan tanpa helm karena didaerah sana nggak ada polisinya padahal lewat jalan raya yang bisa dibilang jauh. Jalan untuk dilewati berkelok-kelok dan penuh tikungan tajam, dan tak ada penerangan sama sekali namun untungnya jalannya teraspal halus.

me and curug cinulang

me and curug cinulang

Sesampainya disana dari kejauhan sudah tampak keindahan tempat itu yang masih alami tersebut, maka saya mendekati objek tersebut untuk menikmati lebih dekat suasana disana. Jalan untuk turun ke air terjun lumayan curam dan licin karena basah. Dengan sangat hati-hati selangkah demi selangkah saya tutun ke bawah.Hmmm…..brrr… setelah sampai di bawah di dekat air tersebut hawa dingin sudah merasuk ke tubuh saya akibat embun-embun air yang berterbangan disana. Hal itu membuat tubuh saya menggigil.

Secara keseluruhan sih saya cukup puas berada disana namun kebersihan di sana yang tidak teratur sangatlah mengganggu keindahan. Disanapun pemungutan retribusi masih dilakukan oleh penduduk sekitar dengan membayar sebesar 2000 idr. Saat itu sudah sore hari dan kami harus cepat-cepat pulang jika sudah sampai tempat dikarenakan selain jalan yang tak ada penerangan yang otomatis membahayakan keselamatan, disana juga sering ada “begal” hal ini saya ketahui dari saudara saya itu.a karena penerangan tidak ada.

Sesampainya dirumah saya pun menceritakan kunjungan saya ke curug cinulang kepada bapak saya, dan bapak saya pun menceritakan bahwa pada masa dia masih muda untuk sampai kesana jalanya terjal dan tidak rata hingga membutuhkan waktu yang lama. Dan bapak saya menceritakan tentang mitos yang terjadi tentang curug terebut yaitu tentang siluman ular. Pada masa lalu ada anak tukang kayu yang menemukan telur dan memakannya, kemudian anak tersebut tumbuh sisik-sisik di tubuhnya. Dan oleh orang tuannya anak tersebut dibuang ke daerah curug tersebut tepatnya didalam gua dibalik air terjun tersebut.

Itu tadi oleh-oleh untuk para pembaca dari hasil mudik kemarin. Oh iya..masih dalam suasana lebaran, saya ingin mengucapkan Sugeng Riyadi Minal Aidin Wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin buat semua teman saya baik yang saya kenal ataupun anda yang mengunjungi blog ini. ThankS you 🙂

Iklan

21 thoughts on “Ameng Ka curug Cinulang

  1. walopun dah telat
    tp gpp…
    minal aidin wal faidzin yo mas wisnu…

    wah kapan2 boleh tuh kesana…
    kayake adem buanged..

  2. SUMBANGAN GRATIS dari negara terkemuka dalam rangka memerangi kemiskinan.
    ini bukan iklan.dont worry be happy,021-87902688
    gratis bea siswa study di luar negeri,atau
    gratis modal usaha,SUMBANGAN tanpa syarat gratis
    probleem anda tak ada yang tak teratasi dengan baik,pemerang kemiskinan dinegara ketiga mendapat donatur dari negara terkemuka khusus jawabarat 021-87902688.umar.buruan yang lambat jangan menyesal
    .

  3. habib umar,hatur nuhun,alhamdulilah,berkat bantuan habib umar saya dan keluarga dipangandaran sudah punya perahu,alhamdulilah wasyukurilah tangkapan ikan cukup,kami sudah bukan buruh pengangkat ikan lagi.bahkan rumah doyong kami pun sudah jadi rumah baru serta insya allah kami mau berangkat haji doakan ya bib umar.kami mendoakan habib umar teh biar panjang umur.hatur nuhun bib

  4. . indah bgt crug cinulang itu
    cuman jrakny ajja jauh + belokan” yg curam ..
    rame deh ..
    aq juga pernah sma cwo aq kesna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s