Jagongan Wagen Edisi Khusus Tahun 2008

Jagongan wagen merupakan pogram pagelaran seni dan apresiasi karya seni pertunjukan yang diselenggarakan di Padepokan Seni (rumah budaya Yayasan Bagong Kussudiarja) secara rutin sekali dalam sebulan dan terbuka untuk umum di tempat yang beralamat Kembaran Rt 04/RW 20, Tamantirto, Kec.Kasihan, Kab.Bantul,Yogyakarta.

Pada setiap tahunnya terdapat 1 kali Jagongan Wagen edisi khusus yang menampilkan leih dari 1 karya pertunjukan. Pada edisi khusus tahun 2008 ini tanggal 18 Agustus 2008 mempunyai tema ” Merayakan Kebersamaan Dengan Seni”, dimana pada edisi ini menghadirkan beberapa bentuk seni pertunjukan lintas generasi dan lintas media seni.

Lengger Topeng (Wonosobo)

penari lengger

penari lengger

Adalah sebuah bentuk seni pertunjukan tradisi yang sangat populer di Wonosobo, lengger ini berasal dari desa Giyanti Wonosobo dan penarinya adalah pria dan wanita. Penari pria mengenakan topeng. ‘Le’ dan ‘Ger’ berasal dari kata ledek dan geger, atau ledek yang membuat geger atau gembira. Pertunjukan lengger merupakan petunjukan pertama dalam rangkaian Jagongan Wagen, pertunjukan ini menampilkan tarian yang notabene merupakan tarian khas jawa. Tarian ini sangat indah dan masih ada unsur mistiknya, hal ini terbukti ketika penari pria kesurupan makhluk halus sehingga dapat mengangkat penari wanita hingga berdiri di pundaknya, kemudian penari wanita menari diatas pundak penari pria. Selain itu terdapat pula adegan dimana sang penari pria yang telah kesurupan memakan gelas kaca yang masih utuh. Saya sempat merekam adegan tersebut dengan handphone saya (anda dapat mendownload disini).

Papermoon Puppet Theater

 Papermoon Puppet Theater

Papermoon Puppet Theater

Merupakan satu-satunya kelompok teater boneka di Yogyakarta yang masih aktif dan produktif mengembangkan karya permainan dan kualtas artistik pada boneka yang dipimpin oleh Maria Tri Sulistyani. Permainan boneka mereka bukan untuk anak-anak saja tetapi mereka dapat mengembangkan theater boneka yang dapat ditujukan untuk orang dewasa. Pertunjukan mereka di Jagongan Wagen sangat menarik, dengan boneka sebesar tubuh manusia namun lucu yang dimainkan dibelakang tubuh boneka itu dapat mencuri perhatian penonton pertunjukan.

Marwoto dan Susilo “den baguse ngarso”

Marwoto dan Den Bagus sing Ngarso

Marwoto dan Den Bagus sing Ngarso

Kedua pelawak ini tak perlu diragukan lagi dalam pertunjukannya. Marwoto yang sudah sering muncul di pertunjukan ketoprak humor serta den baguse ngarso pelawak lokal yang terkenal dengan program televisi “Mbangun Ndeso” berkolaborasi dalam acara jagongan wagen edisi tahun ini. Tak ayal aksi mereka dapat mengocok perut penonton yang datang tersebut, kedua pelawak ini saling melempar banyolan-banyolan segar ditambah celetukan berbau “pisuhan” yang membuat saya ikut “misuh-misuh” :D.

Orkes Sinten Remen

orkes sinten remen

orkes sinten remen

Orkes yang dipimpin leh Djaduk Ferianto ini mengolah kembali musik keroncong yang semula mapan dan cenderung menjadi kelangenan, menjadi musik yang leih “progresif”. Dengan musik yang “gado-gado” yang mendialogkan dengan pertimbangan yang selektif menjadikan sinten remen berharap musik keroncongan bisa menemukan “revitalitasnya”. Penampilan orkes sinten remen sangat apik dengan membawakan lagu-lagu sinten remen yang memiliki arti di lyric yang bertemakan realitas kehidupan di masyarakat. Selain itu sinten remen mengaransemen lagu yang pernah nge-hits di indonesia menjadi orkes ala sinten remen. Dalam membawakan lagu bendera (ciptaan eros) misalnya, lagu ini mempunyai kemasan baru ketika mendengarnya. Orkes ini mengakhiri pertunjukannya dengan membawakan musik rap ala sinten remen dengan judul Bebas( iwa k) untuk memperingati kebebasan bangsa kita.

Jogja Hip-Hop Fondation

Jogja hip hop fondation

Jogja hip hop fondation

Merupakan sebuah organisasi bebas yang berkeinginan untuk memberikan wadah bagi musik Hip-Hop di jogja. Pada jagongan wagen edisi khusus tahun 2008, jogja hip-hop fondation menampilkan kill the dj, jahanam, dan rotra. Hip-Hop dengan lyric bahasa jawa merupakan ciri khas musik mereka. Penampilan mereka dapat membuat penonton berrgoyang.

KM 7

Sebuah group musik yang tidak bertumpu pada satu aliran musik. Mereka berasala dari berbagai latar belakang musik seperti pop,tradisi jawa, underground, rap, hip hop dan sebagainya. Nama band ini berasal dari markass mereka yaitu di Jalan Parangtritis KM 7 Yogyakarta. Band inilah yang menutup rangkaian acara jagongan wagen edisi tahun 2008.

Acara yang dimulai pada pukul 18.00 wib ini berakhir pada sekitar jam 22.00 wib, secara pribadi saya terhibur dengan acara Jagongan Wagen ini dan saya berharap semoga akan banyak lagi event yang nguru-uri kebudayaan jawa pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Source:
-Brosur
-Datang ke TKP

Iklan

26 thoughts on “Jagongan Wagen Edisi Khusus Tahun 2008

  1. @mbak yeni
    dulu pertama kali acara ini diselenggarakan pas waktu wage. Namun sekarang walaupun acara ini namanya jagongan wagen acaranya bisa kapan saja tidak mesti pada saat wage. Setiap bulan pasti ada acara ini di padepokan dan tiap tahun ada edisi khusus

    @mas yan
    leres niku sing disebut kalihan kang idiotz

  2. Ping balik: Njagong Wagen Bersama Temen-Temen « Idiotz’ Blogworkz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s