Ruang Rindu di SMA 7

Pada tanggal 06 Juli kemarin kawasan sma 7 Jogjakarta ramai dipadati oleh orang-orang dari berbagai daerah dan dari semua kalangan baik tua maupun masih muda. Mereka berkumpul ditempat yang dahulu pernah sangat akrab sekali dengan mereka karena di masalalu mereka menimba ilmu di tempat itu, dan kini mereka datang untuk 1 tujuan yang sama yaitu melepas rindu. Mereka bertemu dalam acara “TEMU ALUMNI AKBAR dan FAMILY GATHERING” LUSTRUM v (1983-2008 ) SMAN 7 YOGYAKARTA.

Semua berkumpul jadi satu dalam perasaan suka cita dan haru, acara lustrum sma 7 jogjakarta yang ke 5 tersebut mampu menghadirkan nuansa yang hangat dalam satu keluarga besar sma 7 jogjakarta. Masing-masing peserta temu alumni mempunyai kesan yang mendalam tentang almamater sma 7 jogjakarta , tak dapat terbendungnya cerita yang terus mengalir di sma 7 tentang memori masa lalu merupakan salah satu bukti dari lekatnya hati pada tempat itu.

suasana lustrum sma 7

Di acara ini tak pula menghadirkan para alumni melainkan orang-orang yang pernah menjabat di SMA 7 , Bapak Timbul Mulyono adalah salah satunya. Beliau bercerita saat menjabat di sma 7 pernah diminta ijin penggunaan lokasi untuk syuting acara televisi “percaya gak percaya”. Pada saat itu banyak guru yang tak setuju diadakan acara tersebut karena akan merubah pandangan masyarakat tentang sma 7. Lantas sang punya acara Leo Lumanto berkata kepada beliau bahwa kita sebagai manusia hendaknya tidak boleh kalah dengan makhluk yang tak terlihat, dari itulah sma 7 mulai termotivasi berani mengalami perubahan-perubahan di gedung sekolahnya. Acara “percaya gak percaya” pun jadi mengambil lokasi di tempat itu dengan judul “Sekolah Bekas Rumah Sakit”.

Acara lustrum sma 7 tersebut mempunyai tata konsep yang bagus sehingga semua dapat berbaur jadi satu, beraneka jajanan pasar disediakan di tempat itu seperti Klepon, lopis, timus,bakwan ,dll. Dan berbagai penjual makanan pun telah dipesan di tempat itu untuk memanjakan kuliner para peserta lustrum antara lain adalah Soto djancok, empek-empek, sate, gado-gado, dawet, rujak eskrim, eskrim, serta masih banyak lagi dan semua disediakan secara cuma-cuma.

soto djancok
soto djancok

Sebagai hiburan telah didatangkan band sukastik untuk menambah keceriaan para peserta. Acara yang selesai pada sekitar jam 15.00 tersebut terbilang sukses, meskipun sehari itu tentu saja tak akan pernah mampu benar-benar mengobati rindu kami.HHmm….sma 7 memang pantas untuk dirindukan 🙂

untuk foto yang lebih banyak lagi dapat dilihat disini

Iklan

11 thoughts on “Ruang Rindu di SMA 7

  1. memang asyik ketemu temen lama … wis tuwo2 ternyata, sing mbiyen imut we sak iki kethok tuwo. Selamat kagem panitia mas tombak cs … salut and thanks… moga 5 th lagi ada reuni and ketemu lagi he..he

    WESTNU: Semoga aja ya mbak…. 😀

  2. wah…kemaren saia juga g ikut?
    padahal ya udah kangen sama semua…
    termasuk kangen sama mas wisnu…(kemaren mas wisnu ikut nggak???)
    udah lama nggak ketemu mas wisnu, jadi kangen…
    kangen sama gokilnya, kangen sama lucunya, sama cerewetnya, pokoke sama semua-muanya lah…
    terutama sama senyumnya yang malu2 itu lho…
    bikin kesengsem…lumayanlah bisa buat penyemangat klo pergi sekolah..
    huahaa…bleguk!!!
    IMU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s