Mak Erot Tinggal Kenangan

Siapa yang tak kenal Mak Erot , seorang perempuan yang telah tersohor berasal dari caringin, cisolok , sukabumi Jawa Barat adalah orang yang memiliki keahlian pengobatan tradisional hingga dapat membantu memanjangkan ukuran mr.P laki-laki. Nama besarnya banyak dicari-cari oleh kaum lelaki guna mendapatkan kebanggaan dari pasien tersebut.

Namun , mungkin kini nama Mak Erot hanyalah tingallah nama saja. Hal ini dipastikan dengan berita meninggalnya sang legenda pengobatan tradisional kaum lelaki tersebut. Mak Erot meninggal dengan usiannya yang lebih dari 100 tahun, sebab meninggalnya mak erot belum diketahui secara pasti. Kemungkinan karena usianya yang sudah sangat senja-lah yang menjadi penyebab meninggalnya mak erot.

Kematian mak erot meninggalkan banyak pertanyaan, ada sumber mengatakan bahwa kematian mak erot sudah seminggu yang lalu. Namun entah kenapa baru saat ini beritanya mulai terangkat ke permukaan , bisa dipastikan keberadaan mak erot di kawasan itu dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitarnya dengan membuka jasa pengantar ataupun calo hingga ke tempat mak erot. Dan dengan meninggalnya mak erot bisa dipastikan dapat menurunkan pendapatan masyarakat sekitar karena orang pun sudah tidak berobat di tempat itu, dan jikalaau orang-orang belum tau berita tersebut maka masih banyak orang yang ingin berdatangan ke tempat tersebut.

Perlu diketahui juga bahwa di tempat sekitar kawasan mak erot berada banyak juga yang membuka jasa serupa dengan mengaku sebagai mak erot , cucu mak erot ataupun turunan mak erot. Sehingga banyak orang-orang yang tertipu dengan mak erot palsu itu.

tinggal kenangan

tinggal kenangan

Semasa hidupnya mak erot pernah mengatakan “ukuran” bukanlah segalanya, mensyukuri ciptaan Tuhanlah yang sangat diperlukan bagi kita. Selamat jalan mak…namamu menjadi legenda di Indonesia 🙂

Sumber:
Liputan 6
Detiknews

Iklan

Ruang Rindu di SMA 7

Pada tanggal 06 Juli kemarin kawasan sma 7 Jogjakarta ramai dipadati oleh orang-orang dari berbagai daerah dan dari semua kalangan baik tua maupun masih muda. Mereka berkumpul ditempat yang dahulu pernah sangat akrab sekali dengan mereka karena di masalalu mereka menimba ilmu di tempat itu, dan kini mereka datang untuk 1 tujuan yang sama yaitu melepas rindu. Mereka bertemu dalam acara “TEMU ALUMNI AKBAR dan FAMILY GATHERING” LUSTRUM v (1983-2008 ) SMAN 7 YOGYAKARTA.

Semua berkumpul jadi satu dalam perasaan suka cita dan haru, acara lustrum sma 7 jogjakarta yang ke 5 tersebut mampu menghadirkan nuansa yang hangat dalam satu keluarga besar sma 7 jogjakarta. Masing-masing peserta temu alumni mempunyai kesan yang mendalam tentang almamater sma 7 jogjakarta , tak dapat terbendungnya cerita yang terus mengalir di sma 7 tentang memori masa lalu merupakan salah satu bukti dari lekatnya hati pada tempat itu.

suasana lustrum sma 7

Di acara ini tak pula menghadirkan para alumni melainkan orang-orang yang pernah menjabat di SMA 7 , Bapak Timbul Mulyono adalah salah satunya. Beliau bercerita saat menjabat di sma 7 pernah diminta ijin penggunaan lokasi untuk syuting acara televisi “percaya gak percaya”. Pada saat itu banyak guru yang tak setuju diadakan acara tersebut karena akan merubah pandangan masyarakat tentang sma 7. Lantas sang punya acara Leo Lumanto berkata kepada beliau bahwa kita sebagai manusia hendaknya tidak boleh kalah dengan makhluk yang tak terlihat, dari itulah sma 7 mulai termotivasi berani mengalami perubahan-perubahan di gedung sekolahnya. Acara “percaya gak percaya” pun jadi mengambil lokasi di tempat itu dengan judul “Sekolah Bekas Rumah Sakit”.

Acara lustrum sma 7 tersebut mempunyai tata konsep yang bagus sehingga semua dapat berbaur jadi satu, beraneka jajanan pasar disediakan di tempat itu seperti Klepon, lopis, timus,bakwan ,dll. Dan berbagai penjual makanan pun telah dipesan di tempat itu untuk memanjakan kuliner para peserta lustrum antara lain adalah Soto djancok, empek-empek, sate, gado-gado, dawet, rujak eskrim, eskrim, serta masih banyak lagi dan semua disediakan secara cuma-cuma.

soto djancok
soto djancok

Sebagai hiburan telah didatangkan band sukastik untuk menambah keceriaan para peserta. Acara yang selesai pada sekitar jam 15.00 tersebut terbilang sukses, meskipun sehari itu tentu saja tak akan pernah mampu benar-benar mengobati rindu kami.HHmm….sma 7 memang pantas untuk dirindukan 🙂

untuk foto yang lebih banyak lagi dapat dilihat disini