Sang Penyelamat Lingkungan

Saat ini lingkungan alam sudah sangat memprihatinkan,dimana kerusakan lingkungan terjadi dimana-mana bahkan disekitar anda pun saya yakin dapat dijumpai.Contoh kerusakan lingkungan yang terjadi di indonesia dan sangat parah dan membuat saya mengelus dada adalah bencana yang terjadi di Sidoarjo yaitu meluapnya lumpur lapindo.

Namun terlepas dari semua itu ternyata masih ada orang ataupun sekelompok orang yang berusaha untuk menyelamatkan lingkungan yang telah rusak.Kelompok tani murakapi contohnya,kelompok tani ini terletak di Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur.Desa jabung mempunyai masyarakat yang makmur dan kebutuhan hidupnya dapat tercukupi dengan baik.

Jauh sebelumnya ,yaitu sekitar tahun 70 an masyarakat desa tersebut bekerja dengan memanfaatkan hasil hutan berupa kayu dan dengan berjalannya waktu maka pohon-pohon di hutan desa tersebut menjadi semakin sedikit dan terbentuk lahan kritis,dimana ditempat itu sumber mata air menjadi langka,dan kehidupan masyarakat menjadi serba kesusahan bencana terjadi seperti banjjir dan tanah longsor.

Akhirnya timbulah kesadaran di warga desa tersebut,dimotori oleh seorang petani yaitu pak surat maka dimulailah usaha untuk menanami lahan tersebut dengan pohon-pohon untuk melakukan penghijauan kembali di lahan tersebut.Setelah lahan tersebut kembali hijau,munculah mata air yang memberi kesejahteraan bagi masyarakat tersebut.Wargapun mulai memanfaatkan air tersebut untuk kehidupan sehari-hari.

Setiap rumah pun dialiri air,tidak seperti waktu sebelumnya mencari air sampai berkilo-kilo meter jaraknya.Untuk mendapatkan airpun tidak dipungut biaya hanya dikenakan iuran untuk pembuatan bak penampungan.

Selain dari bertani,kelompok tani murakapi juga mempunyai usaha sampingan yang lain,beternak madu.Kegiatan tersebut tidak memiliki waktu yang banyak untuk mengurusnya namun kegiatan ini memiliki keuntungan yang lumayan.

Kelompok tani murakapi memperoleh penghargaan KALPATARU pada tahun 2003,meskipun begitu kegiatan petani tersebut tidak hanya berhenti begitu saja.Justru dengan penghargaan tersebut kelompok tani ini makin gigih untuk melsetarikan lingkungan.

Patut dicontoh kesadaran warga tersebut untuk melestarikan lingkungan dan usaha tersebut memberikan hasil yang sangat bermanfaat untuk kehidupan meraka maupun orang banyak.Tulisan ini saya persembahkan untuk memperingati hari bumi.

Source:Periskop di METRO TV dan disini

Iklan

14 thoughts on “Sang Penyelamat Lingkungan

  1. yang bener kalpataru opo kapalsaru si? 😀

    itu penghargaan jaman pak harto dulu ya?

    gak tau ya kang…walaupun begitu semoga penghargaan ini dapat membuat orang-orang peduli akan lingkungan

  2. aku titip koment dulu,..mo nonton champion
    postingan mu panjang2 ,..

    enaknya sambil ngudut dan kopi bacanya 😀

    *wis, kowe bantu aku nang NIX 😀

    aduh…aku jadi malu nih 🙂
    bantu gmana maz 🙂

  3. menjaga lingkungan adalah kewajiban kita sebagai manusia…halah!!!
    kita sebgai khalifah di muka bumi ini harus bisa menjaga lingkungan…gitu kata pak ustad mas..
    tapi yo emang bener lho mas…
    ho’o to?
    eling anak putune awakdewe, sesuk nek lingkungane rusak pye nasibe jal!!!!
    ayo pikirkan itu dari sekarang…
    ojo mung sebal-sebul thok..

    Sekarang sudah banyak terasa dampaknya..bener mas…kita gak boleh hanya sebal sebul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s