Nilai yang terkandung dari Sinoman Pernikahan

sinoman pernikahanGotong royong katanya merupakan tradisi kebanggan bangsa indonesia, bangsa yang terkenal di luar sana dengan orang-orangnya yang ramah dan bergotong royong.Gotong royong juga merupakan materi pelajaran ppkn yang dulu selalu dipelajari dikala saya masih SD (entah masih ada apa tidak-> ngelantur πŸ˜€ ).Namun entah disaat bangsa seperti ini dimana keadaannya menurut saya sudah berbalik dari kalangan atas sampai kalangan bawah pun sudah hilang semangat kegotong royongannya.Terdengar dahulu kabar dimana para dewan tersebut rapat dibarengi dengan adegan tinju mabuk,bener-bener mabuk πŸ™‚ .Dan juga pernah baca juga di suatu koran tentang tawuran antar kampung ataupun antar pelajar.Duh..bangsaku 😦

Namun dibalik semua itu saya yakin pasti masih ada secercah sisa-sisa kebudayaan nan arif nan luhur tersebut yang masih tertanam di masyarakat.Masih banyak kegiatan yang dilakukan masyarakat untuk terus melestarikan nilai semangat juang kegotong royongan tersebut,walaupun masyarakat yang masih eksis tersebut berada di daerah pinggiraan kota ataupun masih pedesaan.

Salah satu kegiatan tersebut yaitu kegiatan sinoman pernikahan,sebuah kegiatan yang biasanya dilakukan para pemuda di suatu desa untuk membantu tetangganya yang sedang mempunyai hajatan.Kegiatan ini dilakukan karena para pemuda tersebut ingin berbakti ataupun memberikan kontribusi sesuai apa yang bisa mereka lakukan,disamping itu kegiatan ini juga ditujukan agar semangat kepemudaan dan kegotongroyongan dapat terwujud.

Para pemuda tersebut membantu yang mempunyai hajatan untuk melayani para tamu undangan dalam urusan konsumsi,lebih jelasnya para pemuda tersebut bekerja mengantarkan makanan tersebut ke para tamu dalam acara pernikahan itu.Sederhana memang ,namun demikianlah suatu perilaku masyarakat yang patut dilestarikan karena mempunyai semangat kebersamaan .Disamping itu di pihak tuan rumah merasa terbantu karena para tamu undangan mereka terlayani.

Dari hal tersebut tampaklah guyub rukun antar pemuda/tetangga dalam masyarakat,masyarakat yang tolong menolong,bahu membahu, dan sejahtera.Dapat dilihat dimana pemuda tidak meminta upah sepeserpun namun mereka bekerja ingin memberikan yang terbaik untuk kampung mereka,karena tamu yang datang di kampung mereka juga harus dilayani dengan baik.Seandainya para pemimpin bangsa kita bekerja seperti itu ,dimana mereka menomor satukan kontribusi terhadap bangsa sehingga membawa kehidupan bangsa lebih baik bukannya demi sebuah gaji yang akan mereka nikmati sendiri,maka kemungkinan di masa datang kehidupan bangsa tidak akan seperti pada saat sekarang.

Tulisan ini terilhami dari kegiatan pemuda saya di kampung saya,apabila ada kesalahan kata ataupun kata yang tidak berkenan di hati anda maka hal tersebut bukan merupakaan unsur kesengajaan.Saya menulis ini untuk diri saya sendiri pada khususnya dan untuk bangsaku pada umumnya.Dan maaf apabila tulisan saya kacau seperti ini.Matur nuwun.. πŸ˜€

Iklan

One thought on “Nilai yang terkandung dari Sinoman Pernikahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s