Sebuah ruang rindu

Kau datang dan pergii..oh begitu saja
semua kutrima..apa adanya….mata terpejam dan hati menggumam..
aaahhh…dasar sial ,aku gak payout 😦

Nah itu tadi sepenggal lagu yang dipopulerkan oleh letto yang berjudul ruang rindu,seperti suasana hati yang menggumam dongkol karena sebuah kesialan.Nah kemarin itu lah peristiwa malapetaka yang melanda saya,dan berdampak kepada teman-teman dibelakang saya.Berikut sepenggal wawancara saya dengan majalah “SEMPAK” (SElalu Menyenangkan Pabila Ada Kamu”) sebuah majalah yang menjadi langganan untuk wawancara dengan saya. 

SEMPAK:”Ade ape sih kok sampe sebegitunya…???”

Saya:”Begini ceritanya kemarin nerima email dari seorang mbah-mbah yang kuberi nama google,atau lebih populernya mbah gugel 😀 ”

SEMPAK:”Lha terus masalahnya apa?”

Saya:”Lha yang Jadi masalah itu isinya itu lho..”

SEMPAK:”Mbok dijabarkan masalahnya yang jelas dong,biar waktunya singkat.saya habis ini mau wawancara dengan Baim Wong nih 😦  ”

Saya:”Wokey….gini saya dapat email dari mbah gugel yang isinya mengenai suatu keanehan yang ada pada program periklanan yang dikelola oleh mbah gugel.Di akun saya  punya keanehan invalid klik yaitu jumlah klik ama jumlah view-nya lebih banyak kliknya”

SEMPAK:”Lha tuh khan…udah dibilangin,terus gimana ?”

Saya:”Ya sudah tau sendirilah,akun saya sampai saaat ini di disable ama mbah gugel.Gak jadi Nerima duit neh..,berikut ini tampilan disable akun saya”

disebel.gif

SEMPAK:”lantas solusinya bagaimana…”

Saya:”Ya seperti cuplikan lagu diatas yang tadi aku nyanyiin….semua kuterima apa adanya dan maybe mau sosial enginering dulu sama mbah gugel,moga bisa aktif lagi.Terus kalo sampai di banned,ya buat akun lagi dengan nama yang berbeda tetapi pake alamat rumah yang sama,khan dirumah saya masih ada anggota keluarga yang lain,cuma numpang pake nama saja 🙂 ”

SEMPAK:”Yaudah sabar aja ya mas…masih ada kesempatan lain.Makasih mas buat wawancaranya”

Saya:”oke deh….moga sukses ya dengan majalah sempaknya….”

Nah itu tadi wawancara dengan majalah “SEMPAK”(SElalu Menyenangkan Pabila Ada Kamu”),makasih juga buat para pembaca…tunggu deh wawancara selanjutnya dengan majalah itu 🙂

Iklan

6 thoughts on “Sebuah ruang rindu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s