Be Strong…

Video diatas saya ambil dari balkon kantor saya yang letaknya dekat dengan bandara Adi Sucipto Jogja, salah satu penumpang pesawat tersebut adalah Bapak saya, dia sedang menuju sebuah bandara di Pontianak, kemudian akan melanjutkan perjalanannya ke Singkawang Sanggau Ledo, Bengkayang.

Pagi ini saya mendapatkan telepon berita duka yang mengabarkan bahwa Nenek (dari bapak) meninggal,  Inna Lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kaget dan sedih….saya kehilangan salah seorang yang berarti bagi hidup saya ini. Padahal, beberapa bulan yang lalu saya sempat berbincang, kala itu Bapak saya yang telepon dengan Nenek kemudian dihubungkan ke saya. Beliau memberi beberapa kata yang intinya, terus belajar terus berbakti untuk orang tua dan selalu berbuat baik. Dan beliau juga menanyakan kapan saya akan ke Singkawang Sanggau Ledo…. ah😦

Hingga saat ini  saya belum pernah ketemu beliau. Sebenarnya akhir tahun kemarin sempat akan ke Singkawang Sanggau Ledo, Bengkayang, namun karena suatu hal sehingga tidak terlaksana. Dan hari ini tiket hanya tinggal satu saja. Dan Bapak saya berangkat ke Singkawang Sanggau Ledo. Be strong Dad..

Untuk Nenek, maaf belum sempat bertemu, di sini cucumu hanya bisa berdoa untukmu. Selamat jalan Nek, aku sayang Nenek. Oh iya, tadi ketika mendoakan Nenek, teman bertanya siapa nama Nenek. Setelah aku jawab, dia bilang bahwa arti nama Nenek adalah salah satu mata air di surga, dan juga kebahagiaan.

Ada Yang Salah Dengan Diri Saya

Ada yang salah dengan diri saya.

Siang ini begitu terik menyengat, sama seperti hari biasanya. Telepon berdering ternyata om saya hendak mampir di kantor tempat saya bekerja. Beliau menanyakan alamat tempat saya melalui telpon, dan saya kasih patokan dimana letak kantor.

Selang berapa lama telepon berdering, om sudah berada dekat dengan kantor. Saya pun kedepan untuk menghadang om saya yang sudah dekat dan akhirnya kami pun bertemu. Saya persilahkan om saya masuk, dan tak lupa menutup gerbang kantor. Nah, hal setelah ini adalah hal yang membuat saya menyesal…

Ketika sedang chit-chat dengan om saya, terlihat ada sesosok ibu-ibu tua membawa tas masuk me halaman kantor, kemudian saya tunggu apa maunya. Namun dalam hati saya sudah membatin, ini orang kenapa masuk ke halaman padahal gerbang sudah saya tutup.

gerbang kantor

gerbang kantor

Ketika ibu itu sudah dekat dia menyapa, namun belum banyak berkata saya sudah mendahului dia berbicara:

Saya : Sepertinya tadi saya sudah menutup gerbangnya bu, ini kantor jadi ga bisa seenaknya masuk.

Ibu itu: Nggak, tadi buka mas.

Seperti yang sudah diamanatkan buat para pegawai yaitu harus menjaga keamanan kantor, sehingga saya bersikap seperti itu dan memberi tahu orang agar tidak bisa keluar masuk seenaknya di wilayah kantor.

Saya : Yasudah pripun (bagaimana) ?

Ibu itu: Ini mas, saya mau jual kacang, kemaren ada yang ketemu dijalan dari kantor ini beli dagangan saya. Mungkin mas nya juga mau beli?

Ibu itu memasukan tangannya ke tas, namun sebelum barang dagangan ibu itu diperlihatkan saya sudah menjawabnya:

Saya: mboten bu… (nggak bu). Terima kasih…

Saya sudah sadar, nada bicara ibu itu seperti orang menahan sesuatu…menangis karena saya “marahi” karena masuk gerbang kantor yang sudah saya tutup.

Akhirnya sang ibu itu perlahan pergi ke gerbang, dan keluar. Perasaan berkecamuk, meskipun saat itu saya kembali mengobrol dengan om saya, namun pikiran masih ke sikap saya yang tadi begitu bodohnya.

Ibu itu hanya menawarkan dagangannya, dia hanya berusaha. Tak seharusnya sikap saya seperti ini hanya karena ketidaktahuan dia yang masuk halaman meskipun gerbang sudah ditutup. Harusnya saya bisa bersikap lebih manis.

Akhirnya dari kejauhan saya melihat ibu lewat lagi di balik gerbang, tanpa pikir panjang saya bilang om saya, punya duit nggak? saya mau beli sesuatu dari ibu itu?( karena saat itu dompet ketinggalan di ruang kerja). Saya lari ke depan, setelah sampai depan saya sudah melihat ibu itu dari kejauhan di bonceng sepeda oleh lelaki yang sudah tua pula.

Oh, bodohnya saya. Ibu itu dan suaminya ternyata merupakan sosok yang kuat, mereka meskipun sudah tua tetap tidak mau tinggal diam. Mereka menjual makanan tanpa kenal lelah (terlihat dari wajah ibu tadi ketika berhadapan dengan saya). Dan apa yang telah saya perbuat? Semakin jauh sepeda mereka berlalu hilang dari pandangan, semakin dalam pula saya merasa menyesali dengan sikap saya. Saya tak bisa menjangkau mereka. Sakit…iya entah kenapa hati saya gak karuan.

Saya hanya bisa menunduk malu, malu dengan diri saya yang tidak menghargai orang lain, malu dengan sikap saya yang seperti ini. Ibu itu mengingatkan saya dengan nenek saya yang juga ibu dari om saya yang berkunjung ke kantor ini, mereka sama-sama masih mandiri dan gak mau tinggal diam meski sudah berusia senja. Maaf bu..

Hal ini bakal saya ingat dan saya jadikan pelajaran hidup. Saya berharap bisa bertemu ibu lagi, dengan sikap saya yang jauh lebih baik dari ini. Saya doakan, semoga ibu dimudahkan rezekinya. Amin.

😥

Guru Matematika dan CD Bon Jovi

Hari ini playlist saya di tempat kerja adalah sebuah album karya dari Bon Jovi. Album ini  merupakan album the best dari Bon Jovi, mendengarkan album ini mengingatkan saya pada masa kelas 1 SMA yaitu pada tahun 2004/2005. Sungguh unik ceritanya, karena ya begitulah karena sebuah hal saya menjadi sedikit akrab dengan Guru matematika pada saat itu. Bu Erna namanya, namun lupa saya nama panjangnnya. Ah tapi gak apa..yang penting saya masih inget wajah manisnya❤
Suatu hari di sekolah saya meminjamkan cd yang berisi mp3 bajakan kepada teman saya yang kala itu sering menjadi teman gitaran terus ngeband-ngeband dengannya. Dengan cover putih polos, cd itu berisi lagu-lagu reggae bob marley and friends. Temen saya ini beda kelas dengan saya, kami tetanggaan kelasnya. Pada saat itu, dikelas teman saya sedang diajar matematika oleh bu Erna. Entah bagaimana ceritanya CD yang berisi mp3 tersebut pindah tangan dari teman saya ke tangan bu Erna. Beliau menduga cd itu berisi cd bokep, teman saya menjelaskan isinya namun beliau tidak percaya dan akan melihatnya isinya dulu. Ok, singkat cerita teman saya menjelaskan bahwa cd mp3 saya disita bu Erna karena disangka bokep. Baiklah, nanti saya bikin perhitungan sama bu Erna😀 Baca lebih lanjut

Kopi Pahit

“Bu, kok pahit kopine”, sebuah kalimat dari pelanggan warung nenekku

Ya, nenekku adalah seorang penjaja minuman disebuah warung bakmi yang dimiliki oleh almarhum pakde Sawal namun sekarang dikelola mas Agus anaknya, terletak di dekat jembatan kali Opak Piyungan. Sebuah warung bakmi yang cukup terkenal pada zamannya, entah kenapa akhir-akhir ini mulai sepi.

Puluhan tahun nenekku telah menjajakan minumannya di samping warung bakmi tersebut, jauh sebelum aku lahir beliau sudah memulai usahanya. Dengan pendapatan yang mungkin tak seberapa, namun kadang beliau memberikan uangnya atau istilahnya nyangoni ketika aku berkunjung ke sana dari aku kecil bahkan hingga saat ini. Mengharukan. Baca lebih lanjut

Komik Gaston Lagaffe Dan Operasi…

https://i1.wp.com/blog.bandung-flasher.com/wp-content/uploads/2010/07/fdd369c9edonpied.gif.gif

Sedikit bernostalgia dengan komik, pada saat kelas 3 sd (1998) waktu itu saya mau operasi di rumah sakit RSU PKU Muhammadiah Jogjakarta. Sebelum operasi saya diajak jalan-jalan oleh kanjeng mami buat yang berusaha membuat saya relax agar tidak tegang menjelang operasi. Keluar masuk toko membeli baju anak-anak bermotifkan guyferd dan komik Gaston.

Baca lebih lanjut

Hujan Abu Vulkanik Merapi

Semalam hujan abu vulkanik dari gunung merapi sampai juga hingga rumah saya yang bisa dibilang cukup jauh dari wilayah merapi meskipun masih di Jogja. Gemuruh dari gunung merapi terdengar hingga kerumah saya, dari pantauan streaming radio jalin merapihttp://opensource.telkomspeedy.com/listen.pls , aktivitas gunung merapi mengalami peningkatan. Sampai saya menulis ini, jarak aman adalah 20 lebih dari puncak merapi.

Tadi malam desiran abu yang jatuh ke genteng rumah pun terdengar jelas, pedih mata dan tenggorokan jadi tidak nyaman karena abu masuk di pernafasan. Alhasil, saya langsung menggunakan masker.

Berikut adalah foto-foto yang saya ambil tadi siang : Baca lebih lanjut