Kopi Pahit

“Bu, kok pahit kopine”, sebuah kalimat dari pelanggan warung nenekku

Ya, nenekku adalah seorang penjaja minuman disebuah warung bakmi yang dimiliki oleh almarhum pakde Sawal namun sekarang dikelola mas Agus anaknya, terletak di dekat jembatan kali Opak Piyungan. Sebuah warung bakmi yang cukup terkenal pada zamannya, entah kenapa akhir-akhir ini mulai sepi.

Puluhan tahun nenekku telah menjajakan minumannya di samping warung bakmi tersebut, jauh sebelum aku lahir beliau sudah memulai usahanya. Dengan pendapatan yang mungkin tak seberapa, namun kadang beliau memberikan uangnya atau istilahnya nyangoni ketika aku berkunjung ke sana dari aku kecil bahkan hingga saat ini. Mengharukan. Lanjut membaca

Hujan Abu Vulkanik Merapi

Semalam hujan abu vulkanik dari gunung merapi sampai juga hingga rumah saya yang bisa dibilang cukup jauh dari wilayah merapi meskipun masih di Jogja. Gemuruh dari gunung merapi terdengar hingga kerumah saya, dari pantauan streaming radio jalin merapi , http://opensource.telkomspeedy.com/listen.pls , aktivitas gunung merapi mengalami peningkatan. Sampai saya menulis ini, jarak aman adalah 20 lebih dari puncak merapi.

Tadi malam desiran abu yang jatuh ke genteng rumah pun terdengar jelas, pedih mata dan tenggorokan jadi tidak nyaman karena abu masuk di pernafasan. Alhasil, saya langsung menggunakan masker.

Berikut adalah foto-foto yang saya ambil tadi siang : Lanjut membaca

Negosiasi Anda Gagal Pak

Sebenarnya udah agak lama sih, awal tahun kejadiannya ketika pulang dari rafting yang diadakan sama teman sekelas kampus. Begini ceritanya…

Ketika pulang dari magelang setelah rafting maka saya dan kawan saya si yashit ( yang dulu pernah jalan dari wirobrajan – concat) memacu sepeda motor dengan kecepatan rendah pulang keselatan menuju rumah. Saat itu kami terkena lampu merah dan bang jo-nya gak ada timernya. Ketika lampu udah ijo maka kami siap melaju tapi sayang bangjo-nya lumayan padet. Nah ketika kita sudah sampai garis zebra cross motor kami melaju, namun ketika kami melaju tak terlihat barengannya( ga ada kendaraan lainnya). Lha bajingaaan…shit(yashit) awake dewe ngelanggar abang (kita ngelanggar merah!!). Alhasil maka saya suruh si yashit(karena dia di depan) untuk tancap gaaaaas. Akan tetapi karena naluri balap teman saya yang lemah karena kebanyakan ihik maka dari belakang terdengar suara motor dengan ngebut juga, ketika saya menoleh belakang maka sudah kami duga ada hongib(polisi) yang ngejar kami. Motor kami pinggirkan , SIM yashit kami serahkan. Dan sampai jumpa di pos polisi :mrgreen: . Lanjut membaca