Semalam hujan abu vulkanik dari gunung merapi sampai juga hingga rumah saya yang bisa dibilang cukup jauh dari wilayah merapi meskipun masih di Jogja. Gemuruh dari gunung merapi terdengar hingga kerumah saya, dari pantauan streaming radio jalin merapi , http://opensource.telkomspeedy.com/listen.pls , aktivitas gunung merapi mengalami peningkatan. Sampai saya menulis ini, jarak aman adalah 20 lebih dari puncak merapi.
Tadi malam desiran abu yang jatuh ke genteng rumah pun terdengar jelas, pedih mata dan tenggorokan jadi tidak nyaman karena abu masuk di pernafasan. Alhasil, saya langsung menggunakan masker.
Berikut adalah foto-foto yang saya ambil tadi siang :
abu vulkanik menempel di tanaman depan rumah
jalan desa yang terkena abu

nah dan ini adalah panorama dari atas genteng, dimana genteng-genteng berwarna abu-abu.
Dengan begitu, sambil nulis blog ini-pun saya masih menggunakan masker agar debu tidak masuk ke dalam saluran pernapasan. Jika masuk nanti akan PEDIH JENDRAL
Oh iya, saya turut berduka
atas cobaan yang diterima saudara-saudara saya di jogja ini. Semoga kita semua diberi ketabahan dan semoga keadaan lekas membaik. AAL IZZ WELL!!!


wah mudah2an bencana ini cepat berakhir….
pastinya pak surya
. iiiich serem banget ..
. mudah”an cepat berakhir musibah nya.