Jejak Wisnu Sanjaya

Menikmati Dengan Kaki

Posted in Hidup Ini, jogja, lingkungan, mblayang by westnu on Januari 12, 2009

Masa sekarang kendaraan bermotor rasanya semakin memadati setiap sudut jalan, entah itu mobil ataupun sepeda motor. Orang berlalu lalang melaju dengan kecepatan yang berbeda-beda dijalan, tergantung tingkat ketergesaan masing-masing. Saya juga pengendara sepeda motor dengan kecepatan bervariasi untuk mencapai tempat tujuan saya , entah itu berangkat ke kampus, pulang ke rumah, nongkrong bareng temen, ataupun ke warnet.

Dahulu ketika saya belum dapat mengendarai sepeda motor, untuk ke sebuah warung yang lumayan dekat saya selalu berjalan kaki. Namun setelah bisa mengendarai sepeda motor, pergi ke warung itu-pun selalu saya tuju dengan menggunakan sepeda motor. Mungkin karena sudah terbiasa merasakan kemudahan maka saya “tuman” menggunakan kemudahan tersebut walaupun menghabiskan energy bumi dengan tidak hemat.

Dari situ, saya mempunyai ide dengan mengajak teman saya untuk suatu hari menikati perjalanan dengan berjalan kaki. Sebuah ide yang mungkin bagi sebagian orang agak konyol namun bagi saya merupakan sebuah keinginan yang harus saya rasakan nikmatnya. Dan kemudian ide itu terlaksana pada hari minggu tanggal 4 januari 2009 kemarin. Wirobrajan-Condongcatur adalah tempat dimana saya harus mengawali dan mengakhiri perjalanan.

Sekitar pukul 11.00 wib, saya memulai perjalanan. Berangkat dari rumah yashit (wirobrajan) partner saya dalam melakukan perjalanan, dengan terik yang menyengat membuat kulit kami terbakar dan peluh bercucuran banyak sekali. Setiap perjalanan hanya tempat teduh-lah yang selalu jadi perhatian kami. Saat itu saya berpikir betapa sangat kurang pohon rindang di kota jogjakarta ini, kota ini terasa gersang tanpa pepohonan, tak ada semilir angin guna meng”adem”kan badan serta hati :D .

di perempatan tugu

di perempatan tugu

Rute perjalanan kami adalah : WIROBRAJAN-KAMPUNG SERANGAN-KAMPUNG PATHUK-KEMETIRAN-SARKEM-JL.MANGKUBUMI (SARKEM KEUTARA)-GONDOLAYU-TERBAN-SAGAN-UNY-UNY KEUTARA-SOROPADAN (LEWAT JEMBATAN MERAH)-CONDONGCATUR.

Sepanjang perjalanan, kami banyak mengobrol untuk mengalihkan pikiran lelah, haus dan kepanasan adalah musuh kami waktu itu. Jalanan jogja sungguh nikmat kala itu untuk dijelajahi namun tak sedikit pula kami harus terganggu dengan pedagang kaki lima. Tak apalah, mereka itu mencari nafkah dan semoga usaha mereka sukses hingga mereka bisa membeli tempat yang lebih layak dan tak menggangu pejalan yang lain selain kami. Eh, mungkin karena sedikit pejalan kaki di Jogja kali ya hingga mereka dengan leluasa berjualan disana. Coba kalo pejalan kaki itu banyak seperti di luar negeri, hingga tak ada yang bisa berjualan ditrotoar :D . Ah sudahlah……..

sampai jembatan gondolayu

sampai jembatan gondolayu

Kami sempat beristirahat beberapa kali karena tak tahan dengan panas, dan tanpa disadari kulit ini jadi semakin item, badan juga bau asem, komplit dah. Di UNY hati kami sedikit lega, karena selain banyak pohon disana ada juga mahasiswi-mahasiswi lalu lalang dengan beraneka macam dan rupa. Karena perjalanan masih setengah lagi atau mungkin seperempat lagi maka dengan tenaga yang tersisa perjalanan dilanjutkan.

Ketika sampai di daerah polda concat, kami mampir sebentar ke angkringan untuk membeli minuman dan perjalanan kami lanjutkan hingga ke tempat tujuan( tempat kang iwanz teman kampus). Sesampainya di tempat pak iwan, kami sempat berfoto di depan rumahnya. Tak berselang berapa lama kami diteriakin WONG EDAAAAAAAN!!! oleh teman saya iwan. Hahahaha….itu saya anggap pujian, karena ya memang kelakuan saya dan yashit benar gila menurut kami.

rumah pak iwanz

rumah pak iwanz

Thanks kang iwan atas minuman es kolak ijo-nya, kapan nih mau nyoba dari concat-wirobrajan???
Buat pembaca blog ini, coba deh kapan2 jalan seperti ini. Setelah jalan, badan enteng lho dan kita dapat menikmati sudut2 kota dengan lebih lama. Walau malam nanti minta pijet :D

23 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Chiw Keyenz™ said, on Januari 12, 2009 at 9:45 pm

    iki karepe jalan jalan tah narsis narsis toh Nu?

    aku saben dino jalan jalan keputih – ITS lho!*njuk ngopo siw?*

    emang niate jalan2 kok :D

  2. antobilang said, on Januari 12, 2009 at 11:31 pm

    cah gemblung tenan.
    tak kandani tips –seko seseorang teman yang akan kutulis di WJ– biar ga cape di jalan, kamu bisa ngadem di ATM!

    oke aku tunggu tips e masdab

  3. yogi2007 said, on Januari 13, 2009 at 8:40 am

    hahahhaa….saya juga sering koq jalan kaki ke kampus… karena blm bs naik motor, ga punya motor akhirnya saya jalan kaki… ya itung2 menikmati dan mensyukuri nikmat dari Tuhan bernama “kaki”

  4. Imam Syatibi said, on Januari 13, 2009 at 12:26 pm

    wolha mah ra ngajak-ngajak aku to we dap :@9

    koe gak tau ngethok je

  5. Rasyid said, on Januari 13, 2009 at 3:08 pm

    Lha terus pulang ke rumah nya gimana Mas? jalan lagi? ato suruh dianterin? hehehe… Peace

    Aku juga pernah mengalami suatu kejadian sehingga harus berjalan kaki. Tapi gak terlalu jauh sih. Cuman dari stasiun Tugu ke Stasiun lempuyangan. Gara-garanya keliru naik kereta… hahahaha..

    Salam damai dan salam kenal

    pulangnya kebetulan dianterin bapaknya temen sekalian beliau pulang ke cilacap (asalnya), padahal rencana mau naek trans. Salam kenal juga

  6. arya said, on Januari 13, 2009 at 3:27 pm

    hwasyu, wirobrajan concat adoh jeeeh… sikile tugel engko :) )

    tugel yo disambung :D

  7. ngodod said, on Januari 13, 2009 at 4:49 pm

    tuku sepeda nu….
    enak tenan lo sepedaan.

    iyo kang, emang ideale naik sepeda,,,,,

  8. bocahmiring said, on Januari 13, 2009 at 9:58 pm

    wah, suk isa nyaingi bike 2 work ki. walk 2 work –siap siap buka usaha panti pijet

  9. zam said, on Januari 14, 2009 at 3:34 pm

    mantab!

  10. dhafiq said, on Januari 14, 2009 at 8:02 pm

    waaahhh aku ora kebagian kolak ijone ;)
    Jalan-jalan ning Wonogiri melu ora?

  11. dhafiq said, on Januari 14, 2009 at 8:04 pm

    waaahhh aku ora kebagian kolak ijone ;)
    Jalan-jalan ning Wonogiri melu ora?? Kemping Nu,

  12. cheraceria said, on Januari 15, 2009 at 8:27 pm

    huah. .
    krna brhubg aq ra iso montoran jd kebiasaan naek kopata yg kian ringsek ato jaln kaki srg aq lakuin, jetis-ugm-gejayan-ugm-jetis
    wkwkwkwj makin item makn keren. .
    lam kenal

  13. p4nch4 said, on Januari 17, 2009 at 9:28 am

    salut saya sama anda, lah keren jalan-jaln,, kapan-kapan kalau jalan-jalan lagi ajak-ajak ya aku mau….

    eh sebelumnya salam kenal ya,, saya panca,, eh kamu temannya yazid ya,,
    dia juga teman smp n sma saya….

  14. boringday said, on Januari 18, 2009 at 5:31 pm

    sebnernya memang lebih enak jalan daripada naek kendaraan!
    tapi kalo di indonesia kayaknya sush kalo mo kemana kemana jalan kaki!
    beda ma diluar negeri

  15. BernadSatriani said, on Januari 20, 2009 at 8:08 am

    wah bentuke malah koyo cah ilang…

    hahahha..

    kene utangmu..

    golekke *******

    ;) )

  16. funkshit said, on Januari 21, 2009 at 8:07 pm

    aku wes tau sko alun2 tekan pantirapih thok .. tapi mbengi2 .. esukke mengguk :) )

  17. escoret said, on Januari 25, 2009 at 8:38 am

    kurang gawean..!!!

  18. easy said, on Januari 25, 2009 at 10:26 am

    asli bener2 edannnn..
    7 tahun aku di jogja ga pernah ngelakuin hal itu

  19. aRai said, on Januari 28, 2009 at 5:19 pm

    dolo jamanya belom punya kendaraan suka jalan kaki .. pernah jalan kaki seharian malahan … sekarang dah punya kendaraan jalan kaki dikit aja dah cape … xixixi

  20. Fuad said, on Januari 31, 2009 at 4:20 pm

    Wuh,
    nek mlaku aku rung pernah nganti adoh :) , nek ngepit keliling klaten

  21. amryl_peterpan said, on Maret 20, 2009 at 4:36 pm

    west..
    piye kabare?? seh kelingan vokalis e peterpan ra?

  22. Rusa Bawean™ said, on Maret 23, 2009 at 9:33 am

    pernah denger sih
    dengan jalan kaki
    akan memperpanjang umur

  23. adita said, on September 1, 2009 at 3:43 pm

    S.A.L.U.T


Tinggalkan Balasan