Jejak Wisnu Sanjaya

Sebuah Potret Gerbong Terakhir

Posted in Hidup Ini, SEMPAK by westnu on Maret 25, 2008

gerbong.jpg

Kala senja pulang ke peraduan,diwaktu itu pula mulai terasa sesak tumbuh di nurani ini.Seperti itu sebuah asa sekedar pergi pulang tinggalkan kota ini.Oh sungguh pesona itu tak dapat aku hilangkan dari bayang bayang hadirmu disini.Semua itu tidak sirna namun tidak juga pergi dan semua  bukan mimpi.Kulihat ke kanan dan kiri semua diam dan tak peduli lagi akan semua ini,walaupun ini sedikit sendu namun ini adalah keindahan.Keindahan yang bergelora membara dari kerinduan kasih.

Di antara gedung tua itu ,di tengah kota ini,di sekitar jantung kotaku,aku melepasnya.Bukan melepas untuk pergi namun melepasuntuk menanti,menanti datangnya kembali menanti datangnya fajar pagi.Oh,pagi yang sejuk yang selalu membasahi bumi dengan embun-embunnya yang sejuk merona membelah kalbu di jiwa.

Aku yakin ini jalannya,sebuah jalan menuju surga yang indah walaupun surga ini tidak abadi disini.Tapi surga inilah yang menghiasi relung hati yang telah kering  karena sebuah asa yang pernah kugenggam namun akhirnya tak datang lagi.DIA telah menghadirkan surga dan dia adalah surgaku disini.Akan kujaga semua wangimu oh melati.

(Kutulis ini ketika bayangmu terekam di nurani)

5 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Bakul Pulsa said, on Maret 27, 2008 at 4:37 pm

    Walah2… mas wisnu…
    huhuhuhuhuhuhu *terharu…..

  2. Dimas said, on Maret 27, 2008 at 10:30 pm

    aku kok jadi sedih banget ya abis baca ini? berasa tertohok, huhu…. wisnu tanggung jawab!

  3. westnu said, on Maret 28, 2008 at 2:22 pm

    @bakulpulsa & dimas

    wah kang…..aku nulis itu juga sambil *mbrambangi*….

  4. daywie said, on Maret 28, 2008 at 9:21 pm

    :( .. kasih sayang kamu pasti nyampe ke si DIA :)

  5. che said, on Juli 15, 2009 at 12:41 pm

    muga tu cewe tau prasaan lo

    smgdh nu


Tinggalkan Balasan