Guru Matematika dan CD Bon Jovi

Hari ini playlist saya di tempat kerja adalah sebuah album karya dari Bon Jovi. Album ini  merupakan album the best dari Bon Jovi, mendengarkan album ini mengingatkan saya pada masa kelas 1 SMA yaitu pada tahun 2004/2005. Sungguh unik ceritanya, karena ya begitulah karena sebuah hal saya menjadi sedikit akrab dengan Guru matematika pada saat itu. Bu Erna namanya, namun lupa saya nama panjangnnya. Ah tapi gak apa..yang penting saya masih inget wajah manisnya <3
Suatu hari di sekolah saya meminjamkan cd yang berisi mp3 bajakan kepada teman saya yang kala itu sering menjadi teman gitaran terus ngeband-ngeband dengannya. Dengan cover putih polos, cd itu berisi lagu-lagu reggae bob marley and friends. Temen saya ini beda kelas dengan saya, kami tetanggaan kelasnya. Pada saat itu, dikelas teman saya sedang diajar matematika oleh bu Erna. Entah bagaimana ceritanya CD yang berisi mp3 tersebut pindah tangan dari teman saya ke tangan bu Erna. Beliau menduga cd itu berisi cd bokep, teman saya menjelaskan isinya namun beliau tidak percaya dan akan melihatnya isinya dulu. Ok, singkat cerita teman saya menjelaskan bahwa cd mp3 saya disita bu Erna karena disangka bokep. Baiklah, nanti saya bikin perhitungan sama bu Erna :D Lanjut membaca

Kopi Pahit

“Bu, kok pahit kopine”, sebuah kalimat dari pelanggan warung nenekku

Ya, nenekku adalah seorang penjaja minuman disebuah warung bakmi yang dimiliki oleh almarhum pakde Sawal namun sekarang dikelola mas Agus anaknya, terletak di dekat jembatan kali Opak Piyungan. Sebuah warung bakmi yang cukup terkenal pada zamannya, entah kenapa akhir-akhir ini mulai sepi.

Puluhan tahun nenekku telah menjajakan minumannya di samping warung bakmi tersebut, jauh sebelum aku lahir beliau sudah memulai usahanya. Dengan pendapatan yang mungkin tak seberapa, namun kadang beliau memberikan uangnya atau istilahnya nyangoni ketika aku berkunjung ke sana dari aku kecil bahkan hingga saat ini. Mengharukan. Lanjut membaca

Hujan Abu Vulkanik Merapi

Semalam hujan abu vulkanik dari gunung merapi sampai juga hingga rumah saya yang bisa dibilang cukup jauh dari wilayah merapi meskipun masih di Jogja. Gemuruh dari gunung merapi terdengar hingga kerumah saya, dari pantauan streaming radio jalin merapihttp://opensource.telkomspeedy.com/listen.pls , aktivitas gunung merapi mengalami peningkatan. Sampai saya menulis ini, jarak aman adalah 20 lebih dari puncak merapi.

Tadi malam desiran abu yang jatuh ke genteng rumah pun terdengar jelas, pedih mata dan tenggorokan jadi tidak nyaman karena abu masuk di pernafasan. Alhasil, saya langsung menggunakan masker.

Berikut adalah foto-foto yang saya ambil tadi siang : Lanjut membaca

Bang, 2000 Dong Bang….

halte di depan pasar senen

Jika anda pernah lewat halte senen maka anda akan ketemu dengan orang yang meminta-minta. Motif orang yang suka minta-minta tersebut bagi saya terbilang unik, dan hanya itu-itu saja. Saya berulang kali melewati tempat tersebut walaupun berselang beberapa bulan (jika saya sedang dolan ke jakarta) orang itu masih ada dan ditempat yang sama.

Setiap lewat hampir pasti ketemu dengan orang tersebut dengan sapaan yang itu-itu saja. Orang tersebut duduk di halte dan membawa tas. Kira-kira umurnya 25 keatas, dan taukah anda apa yang diucapkan orang tersebut? Lanjut membaca

Negosiasi Anda Gagal Pak

Sebenarnya udah agak lama sih, awal tahun kejadiannya ketika pulang dari rafting yang diadakan sama teman sekelas kampus. Begini ceritanya…

Ketika pulang dari magelang setelah rafting maka saya dan kawan saya si yashit ( yang dulu pernah jalan dari wirobrajan – concat) memacu sepeda motor dengan kecepatan rendah pulang keselatan menuju rumah. Saat itu kami terkena lampu merah dan bang jo-nya gak ada timernya. Ketika lampu udah ijo maka kami siap melaju tapi sayang bangjo-nya lumayan padet. Nah ketika kita sudah sampai garis zebra cross motor kami melaju, namun ketika kami melaju tak terlihat barengannya( ga ada kendaraan lainnya). Lha bajingaaan…shit(yashit) awake dewe ngelanggar abang (kita ngelanggar merah!!). Alhasil maka saya suruh si yashit(karena dia di depan) untuk tancap gaaaaas. Akan tetapi karena naluri balap teman saya yang lemah karena kebanyakan ihik maka dari belakang terdengar suara motor dengan ngebut juga, ketika saya menoleh belakang maka sudah kami duga ada hongib(polisi) yang ngejar kami. Motor kami pinggirkan , SIM yashit kami serahkan. Dan sampai jumpa di pos polisi :mrgreen: . Lanjut membaca